BAB
I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Pencemaran
udara yang sering kita dengar dengan istilah polusi udara diartikan sebagai
adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan
susunan atau komposisi udara dari keadaan normalnya (Wardhana,1999). Pencemaran
udara disebabkan berbagai macam zat kimia, baik berdampak langsung maupun tidak
langsung yang semakin lama akan semakin mengganggu kehidupan manusia tumbuhan
dan hewan.
Polusi
udara merupakan suatu keadaan yang buruk yang terjadi di atmosfer yang
mempengaruhi atau udara yang mengandung zat berbahaya yang melibatkan ketidak
nyamanan atau resiko bagi kesehatan manusia dn mahluk hidup lainnya.
Pencemaran
udara dewasa ini semakin menampakkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sumber
pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri,
transportasi, perkantoran, dan perumahan. Berbagai kegiatan tersebut merupakan
kontribusi terbesar dari pencemar udara yang dibuang ke udara bebas. Sumber
pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan alam, seperti
kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun, dll. Dampak dari pencemaran
udara tersebut adalah menyebabkan penurunan kualitas udara yang berdampak
negative terhadap manusia dan mahluk hidup lainnya.
Ada 3 bentuk pencemaran udara yaitu,
pencemaran udara padat,cairan, dan global. Pencemaran yang melampaui batas
kewajaran akan menimbulkan dampak terhadap mahluk hidup yanh hidup di atas bumi
ini. Pencemaran udara atau polusi udara dapat mengganggu pertumbuhan tanaman
terutama di sekitar pabrik-pabrik tertentu. Telah diketahui selama lebih kurang
seabad yang lalu. Tetapi besar dan peranannya meningkat dengan terjadinya
revolusi industri, dan akan meningkat lagi seiring dengan meningkatnya jumlah
populasi manusia,industrialisasi, dan urbanisasi. Oleh sebab itu, maka perlu
kita fahami dampak apa saja yang dapat ditimbulkan oleh pencemaran udara
khususnya terhadap tumbuhan.
1.2
Batasan Masalah
Berdasarkan
hal-hal diatas, untuk lebih terarahnya pembahasan dengan penulis, maka penulis
membatasi penulisan makalah ini hanya pada masalah yaitu defenisi, pengaruh
udara terhadap tumbuhan, dan gejala.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkanlatar belakang masalah
tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:
1.3.1
Defenisi polusi udara dan
hutan
1.3.2
Pengaruh udara terhadap
hutan
1.3.3
Gejala dan tanda kerusakan
hutan
1.3.4
Cara mengatasi kerusakan
hutan
1.4 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.4.1
Untuk mengetahui defenisi
polusi udara dan hutan
1.4.2
Untuk mengetahui pengaruh polusi
udara terhadap hutan
1.4.3
Untuk mengetahui gejala
kerusakan hutan yang disebabkan polusi udara
1.4.4
Untuk mengetahui cara
mengatasi kerussakan hutan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Defenisi Polusi Udara dan Hutan
Polusi udara adalah suatu keadaan
dimana udara mengandung bahan kimia, partikel, atau bahan biologis lainnya yang
menyebabkan kerugian atau ketidaknyamanan pada manusia atau organize hidup
lainnya, atau menyebabkan kerusakan pada lingkungan alam atau lingkungan
binaan, ke atmosfer.
Hutan adalah suatu wilayah yang memiliki
banyak tumbuh-tumbuhan lebat yang berisi antara lain pohon, semak, paku-pakuan,
rumput, jamur dan lain sebagainya serta menempati daerah yang cukup luas.
Pencemaran udara pada suatu tingkat
tertentu dapat merupakan campuran dari satu atau lebih bahan pencemar, baik
berupa padatan, cairan gas yang masuk teradaptasi ke udara dan kemudian
menyebar ke lingkungan sekitarnya. Kecepatan penyebaran tergantung pada keadaam
geografi dan meteorologi setempat.
Hampir semua polutan udara yang
menyebabkan kerusakan pada tumbuhan berbentuk gas, tapi bahan yang berupa
partikel ataupun debu juga dapat mempengaruhi vegetasi.Beberapa gas kontaminan
seperti etilen,amoniak,klorin, dan juga uap air raksamenyebarkan pengaruh
buruknya melewati daerah tertentu.Kerusakan lebih serius terjadi dilapangan
secara luas yang disebabkan bahan kimia sperti ozon,sulfurdioksida,hydrogen
fluoride,nitrogen dioksida,peroksiasil nitrat, dan partikel-partikel lainnya.
Banyak telah di tulis di kampantekan
dampak penggunaan pestisida dan herbisida yang bersifat meracuni bahkan
mematikan tanaman. Berbagai upaya telah di lakukan oleh masing-masing
negaramaupun bersama-sama dengan Negara-negara lain untuk mengurangi dampak
keracunan terhadap tanaman kemudian lebih lanjut terhadap manisia. Contoh
klasik adalah pestisida DDT yag akhirnya pembuatan dan pemakainannya di dunia
di larang sama sekali karena sangat berbahya terhadap mahluk hidup.
Contoh lain adalah paraquat untuk
menekan gulma di lahan pertanian. Amerika sarikat pernah menggunakan bahan kimia tersebut untuk
menggugurkan daun dan merusak hutan pada perang Vietnam seluas 405.000 hektar.
Bahan kimia yang di gunakan adalah 2.4D, 2.45T Asam cacodilylic dan juga
picloran yang di sebarkan melalui kapal terbang. Pembakaran hutan Vietnam
dengan menjatuhkan bom napoleon merupakan tindakan yang merusak lingkungan.
Politan lain yang tidak kalah dampaknya adalahhasil buangan industri melalui
corong pabrik maupun gas buangan kendaraan bermotor, yangakhirnya bermuara
kedaratan maupun ke perairan yang memberikan dampak negative terhadap tanaman.
Apabila tumbuhan yang dipengaruhinya
terkena konsentrasi tinggi dan jangka waktu yang lama maka akan menyebabkan
gejala yang dapat dilihat dan menimbulkan ciri-ciri tertentu.Akan tetapi yang
lebih penting secara ekonomis dalah kenyataan bahwa walaupun tumbuhan terkena
dosis yang lebih rendah dari dosis yang menyebabkan kerusakan akut, tetapi
pertumbuhan dan produktivitasnya tetapa tertkan karena gangguan polutan tadi
terhadap metabolisme tumbuhan.Lagipula tumbuhan yang terkena dalam jangka waktu
yang lama oleh polutan udara kan melemahkan tumbuhan dan terdisposisi terhadap
serangan serangga dan beberapa jenis patogen.
Pencemaran udara sering kali tidak dapat
di tangkap oleh panca indera kita, walaupun demikian potensi bahaya nya tetap
ada. Jika panca indera kita dapat menangkap maka tentunya bentuk pencemar udara
yang terjadi justru merupakan hal yang sangat parah. Sebagai contoh mata kita dapat
melihat gas buangan hasil pembakaran berbentuk asap tebal hitam, berarti
komponen partikel di dalam asap sangat banyak. Sumber pencemaran yang cukup
besar berasal dari industry metalurgi petrochemical tekstil, pusat
tenagalistrik yang terdiri dari: Aldehida, Amoniak, Arsen, Florin, Sulfur
Dioksida, juga hasil buangan industry ini berupa padatan partikulat yang
berbaur degan udara, seperti debu, jelaga yang dapat membentuk smog dan fog,
sehingga cahaya matahari terhalang masuk menyinari tanaman sepenuhnya. Polusi
sulfur Dioksida dapat mematikan tanaman kapas (Gossysung psilkan langium spp). Sedangkan gamdum sangat peka
berbeda terhadap pencemaran ozon dan sulfur Dioksida.
Beberapa jenis polutan udara yaitu:
sulfur dioksida dan hydrogen fluoride yang dihasilkan langsung dari 1 sumber
seperti kilang minyak, pembakaran BBM, tambang, pembuatan pupuk,dsb. Jenis
lainnya seperti nitrat, yang di hasilkan di atmosfer. Alat pembuang gas
automobile d jalanan dan jalan lintas serta alat pembuang gas mesin bahan bakar
yang sangat penting.
2.2 Pengaruh Polusi Udara tehadap Hutan
Dengan adanya sinar ultraviolet dari
matahari,nitrogen dioksida tersebut bereaksi dengan oksigen udara dan membentuk
ozon serta nitrit oksida.Akan ttetapi bila terdapat radikal hidrokarbon yang
tidak terbakar, nitrit oksida, yang semestinya bereaksi dengan ozon, bereaksi
dengan senyawa tersebut, dan karena itu konsentrasi ozon meningkat. Ozon juga
dapat bereaksi dengan uap hidrokarbon tidak jenuh tertentu, tetapi hasil reaksi
tersebut juga beracun bagi tumbuhan. Konsentrasi masing-masing polutan
menyebabkan kerusakan terhadap tumbuhan dengan cara yang berbeda-beda terhadap
jenis tumbuhan dan bahkan dengan umur atau bagian tumbuhan.
Telah kita ketahui, bahwa pengertian
hutan adalah suatu wilayah yang memiliki banyak tumbuh-tumbuhan lebat yang
berisi antara lain pohon, semak, paku-pakuan, rumput, jamur dan lain sebagainya
serta menempati daerah yang cukup luas. Sudah jelas sekali, bahwa pengaruh
polusi udara sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan hutan, karena pertumbuhan
hutan diawalai pertumbuhan tanaman. Jika di suatu hutan di tumbuhi pepohonan
yang sehat dan lebat, maka hutan itu akan terlihat sempurna dari fisik nya.
Tumbuhan membutuhkan unsure mineral
untuk pertumbuhan yang normal. Contohnya saja nitrogen,
fosfor,kalium,kalsium,magnesium dan sulfur di butuhkan dalam jumlah yang
relative besar atau di sebut unsure mayor(makro). Selain itu juga terdapat
unsure minor(mikro) yaitu besi,boron,mangan,seng tembaga. Apabila mereka terdapat
pada tumbuhan dalam jumlah yang lebih kecil dari tingkat minimumyang di
butuhkan untuk pertumbuhan normal maka tumbuhan menjadi sakit dn menimbulkan
berbagai gejala. Jenis gejala yang di hasilkan definensi hara tertentu terutama
tergantung pada tumbuhan berkembang gejala, akut atau kronis dan bisa sampai
mati. Jika tumbuhan sudah mati, maka tidak ada lagi kata hutan, mungkin yang
tertinggal hanya perkebunan.
Tanaman yang tumbuh di daerah dengan
tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan
penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang
terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.
2.2.1
Hujan Asam
Hujan asam adalah hujan yang
bersifat asam yang memiliki pH kurang dari 5,7. Hujan asam secara alamai memang
bersifat asam, namum kisaran pH diatas 5,7.kesamaan hujan biasaanya di sebabkan
oleh karbon dioksida di udara yang bereaksi dengan uap air menjadi asam lemah
bikarbonat. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena dapat
melarutkan mineral dalam tanah yang di butuhkan oleh tumbuhan dan binatang.
Namun jika ksamaan air hujan menjadisangat rendah yaitu di bawah pH 5,7 maka
akan menimbulkan masalah terhadap lingkungan. Karena kesamaan hujan yang
seperti ini dapat bersifat korosif dan dapat menyebabkan berbagai jenis
gangguan kesehatan pada mhluk hidup, baik itu hewan, tumbuhan maupun manusia.
PH biasa air hujan adalah 5,6 karena
adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air
hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini
antara lain:
·
Mempengaruhi kualitas air
permukaan
·
Merusak tanman
·
Melarutkan logam-logam
beratyang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah air
permukaan
·
Bersifat korosif sehingga
merusak material dan bangunan.
Akibat polusi NH4, H₂SO4 yang turun bersama hujan menyebabkan pH
air menurun, juga endapannya dapat bertahandi tanah oleh hujan akan dilarutkan
menyebabkan pH menurun. Penyebab utamanya adalah terbentuknya gas SO₂ dan NO₂ oleh ulah manusia dari
bahan bakar bakar minyak. HNO3 sangat asam dan larut dengan baik sekali. Selain itu juga
merupakan asam keras dan reaktif terhadap benda-benda lain yang menyebabkan
korosif.
2.2.2
Efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh
keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap
radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas
terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.
Dampak dari pemanasan global adalah:
·
Pencairan es di kutub
·
Perubahan iklim regional dan
global
·
Perubahan siklus flora dan
fauna
Efek rumah kaca dapat digunakan
untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami
di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia
(lihat juga pemanasan global). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama
diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.
Efek rumah kaca disebabkan karena
naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer.
Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan
bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui
kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Energi yang masuk ke Bumi:
• 25%
dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
• 25%
diserap awan
• 45%
diserap permukaan bumi
• 5%
dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diserap dipantulkan
kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun
sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2
dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal,
efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara
siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat
menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO)
dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana
dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam
meningkatkan efek rumah kaca.
Meningkatnya suhu permukaan bumi
akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini
dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga
mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan
global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat
menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan
meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan
permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh
yang sangat besar.
2.2.3
Penipisan lapisan ozon
Ozon sangat penting dalam mencegah
radiasi ultra-violet yang masuk ke bumi. Hal ini penting, artinya, sebab jika
ozon tidak lagi berfungsi sebagai pencegah masuknya radiasi ultra-violet yang
masuk ke bumi, maka akan menyebabkan kerusakan-kerusakan pada mahluk hidup
termasuk tumbuhan yang tidak dapat beradaptasi dengan sinar ultra-violet
tersebut. Dilaporkan bhawa sinar matahari dapat menyebabkan kanker pada kulit
manusia.
Lapisan ozon yang berada di stratosfer
(ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter
radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul
ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai
stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian
molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk
lubang-lubang pada lapisan ozon.
Diyakini bahwa penyebab menipisnya
lapisan ozon ini adalah gas CFC baik CFC-11 (CFCL₂) dan CFC-12 (CF₂CL₂). Gas ini banyak dipergunakan dalam industry untuk pendinginan
yang lebih di kenal dengan istilah Freon
2.3 Gejala dan Tanda
Banyak hal yang menyebabkan kerusakan
hutan, mulai dari pathogen, serangga atau hama, factor lingkungan abiotik,
parasit kebakaran satwa liar, penebangan liar dan polusi udara. Banyak dampak
negative yang di sebabkan oleh kerusakan hutan, contohnya pabrik atau industry
tekstil.
Ilmu Penyakit Hutan (Forest Pathology) ialah ilmu yang mempelajari
tentang faktor biotik dan abiotik yang dapat menyebabkan sakit pada
tanaman/tumbuhan hutan dan hasil hutan sehingga timbul kerugian. Penyakit
adalah suatu proses atau akibat dari suatu penyebab penyakit (patogen). Jadi
pernyataan “diserang penyakit” adalah tidak benar, seharusnya “diserang
patogen, diserang jamur, diserang hama” dsb.
Penyakit adalah salah satu penyebab
kerusakan hutan, di sini penyakit menyereang pohon-pohon. Jika pohon-pohon
terserang penyakit maka pohon akan mati dan hutan pun tidak ada lagi. Polusi
udara bisa menimbulkan penyakit, contoh nya. Jika polusi udara terlalu buruk
atau banyak mengandumh zat kimia maka itu kan mempengaruhi pertumbuhan pohon,
jika pohon itu terluka dan terkena polusi udara yang buruk maka penyakit
patogen akan mudah menyerang pohon tersebut.
2.3.1
Gejala
Manusia tidak menyadari bahwa
kerusakan hutan yang sangat kecil bisa mengakibatkan dampak yang begitu besar. Di
dalam hutan terdapat banyak pepohonan dan banyak jenis pepohonan yang ada di
dalam hutan, jika pohon itu mati atau terkena penyakit maka hutan akan terlihat
cacat atau tidak sempurna. Ada yang di namakan hutan virgin, maksud nya,
apabila ada hutan yang memiliki pohon yang sudah tumbang atau patah, patah nya
di akibtkan oleh manusia atau di tebang oleh manusia, maka hutan itu di
kataakan hutan tidak virgin. Gejala kerusakan hutan antara lain:
·
Pertumbuhan pepohonan tidak
normal
·
Daun mengunin
·
Batangnya membusuk
·
Banyak ditumbuhi jamur
2.3.2 Tanda
Tanda-tanda
kerusakan hutan sangat lah banyak, dari kerusakn terkecil sampai terbesar.
Pemerintah Indonesia sangat lambat dalam bertindak, mereka tidak menyadari
bahwa dari kerusakan yang kecil sangat berdampak besar bagi hutan. Tanda-tanda
kerusakan hutan lebih cendrumg ke penyakit tumbuhan. Penyebab penyakit hutan
(patogen) terdiri atas: faktor biotik mikroorganisme (virus, bakteri, jamur,
mikoplasma, spiroplasma, riketsia, nematoda) dan makroorganisme (kutu, bekicot,
cacing, larva, serangga, kumbang, satwa mamalia, manusia) serta faktor abiotik
(cuaca, tanah, api, bahan kimia). Gejala serangan (sympotom): perubahan proses
fisiologis dan sifat marfologi dari normal menjaditidak normal pada tumbuhan.
Tanda serangan (sign): semoa factor penyebab penyakit, baik factor biotic
maupun abiotik. Tanda-tanda kerusakan hutan antaralain:
·
Kurang nya pepohonan
·
Hilangnya satwa
2.3 Cara mengatasi Kerusakan Hutan
Di sarankan, agar di Negara kita Indonesia dinas kehutanan di
perbanyak. Agar masyarakat mengetahui betapa pentingnya hutan bagi kehidupan
kita. Bagi masyarakat yang tidak mengerti akan penting nya hutan, mereka akan
bertindak semena-mena terhadap hutan Indonesia. Mereka tidak tau dampak buruk
yang di timbulkan bila hutan kita tidak ada, banyak bencana yang terjadi jika
Indonesia tidak mempunyai hutan, contohnya longsor, banjir, gempa bumi. Adapun
cara untuk mengatasi kerusakan hutan yang di sebabkan oleh polusi udara antara
lain:
·
Mengembangkan teknologi yang
ramah lingkungan
·
Mempelajari upaya
perlindungan hutan dari berbagai penyakit
·
Mengenali npenyebab
kerusakan primer
·
Menganalisa dan mengambil
keputusan secara menyeluruh dan tidak hanya terbatas pada penyebab kerusakan
paling serius saja
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Hutan yang berfungsi sebagai
paru-paru Indonesia, yang menjaga tersedianya oksigen di bumi, perlahan-lahan
mulai lenyap. Hutan-hutan tropis yang tadinya banyak dijumpai di Indonesia,
kini perlahan-lahan berubah menjadi ladang perkebunan sawit, coklat dan karet.
Polusi udara
dapat berbentuk gas, cari, dan padatan. Reaksi antara gas dan cairan maupun
larutan dapat dibawa angin. Kemudian terjadi presipitas yang breakibat
terjadinya hujan, embun, fog, smog yang kesemuanya dapat merusak tanaman
maupunlingkungan.
Pemanasan bumi di sebabkan oleh efek gas rumah kaca yang
dapat meningkatkan suhu bumi sehingg dapat mencairkan es di antartika dan
dampaknya akan dapat meningkatkan air laut, jika ini terjadi maka banyak
Negara-negara kepulauan menderita karena permukaan laut menaik sehingga
daratannya semakin mengecil yang berarti luasa lahan pertanian yang dekat
dengan pantai akan tenggelam. Intrusi air laut akan merusak sehingga
lahan-lahan pertanian maupun perkantoran air tanah nya semakin asin.
3.2 Saran
Sebaiknya hutan di indonesia selalu dipantau oleh pemerintah
karena banyak masyarakat yang tidak beranggungjawab atas penebangan lahan ,
pembakaran lahan dan sbg. Ketika hutan mulai habis banyak hewan yang berasal
dari hutan tersebut turun ke pemukiman masyarakat dan menimbulnya banyak
masalah. Akhir akhir ini banyak terjadi pembakan hutan di indonesia, contohnya
saja di pekanbaru provinsi Riau. Badan BMKG menemukan 450 lebih titik api yang
ada di pekanbaru. Akibatnya banyak kabut asap yang melanda kota pekanbaru.
Dalam hal ini pemerintah harus serius menanggapinya karena kita tau hutan itu
sendiri sebagai paru paru dunia. Pemerintah provinsi jangan terlalu mudah
melepaskan hutan kemasyarakat untuk dijadikan lahan seperti sawit, karet dan
sbg. Pemerintah juga harus membuat peraturan yang ketat ataupun yang membuat
para pelaku pembakaran itu jerah. Jagalah hutan kita untuk anak cucu kita
kedepannya, karna hutan paru paru dunia
DAFTAR PUSTAKA
Septiyanto, Ahmad. Cara
mengatasi pencemaran udara (2013 oktober 10). Diperoleh 3 April 2014
Denny. Penyakit hutan (2011 desember 6
). Diperoleh 3 april 2014 http://srigalax.blogspot.com/2009/12/penyakit-hutan.html
http://taipannnewsss.blogspot.com/2018/01/waspadai-kebiasaan-sering-kencing-di.html
BalasHapushttp://taipannnewsss.blogspot.com/2018/01/keajaiban-bawang-merah-untuk-rambut.html
http://taipannnewsss.blogspot.com/2018/01/kenali-4-kesalahan-dalam-memasak-ikan.html
QQTAIPAN .ORG | QQTAIPAN .NET | TAIPANQQ .VEGAS
-KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda ! Segera Daftarkan User ID nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
1 user ID sudah bisa bermain 7 Permainan.
• BandarQ
• AduQ
• Capsa
• Domino99
• Poker
• Bandarpoker.
• Sakong
Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah.
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
• WA: +62 813 8217 0873
• BB : D60E4A61
• BB : 2B3D83BE
Come & Join Us!